MAKALAH
E-LEARNING
OLEH :
ABDUL WAHED
UNIVERSITAS IBRAHIMY
FAKULTAS TARBIYAH
SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2018 – 2019
KATA PENGANTAR
Puji dan kami haturkan
kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya yang Syukur begitu
besar, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah “E-learning” dapat diselesaikan tepat
pada waktu yang telah ditentukan.
Shalawat serta salam semoga
tetap terlimpahkan kepada Junjungan kita Rasulullah SAW yang mana telah membawa
kita semua dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat
ini.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, kepada para pembaca kami mengharapkan saran dan
kritik demi kesempurnaan makalah yang kami buat selanjutnya. Semoga makalah ini
benar-benar bermanfaat bagi para pendengar dan khususnya bagi kami.
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTARi
DAFTAR
ISIii
BAB I PENDAHULUAN1
A. Latar belakang1
B. Rumusan masalah1
C. Tujuan1
BAB II PEMBAHASAN2
A.
Pengertian/Definisi
e-learning 3
B. Manfaat e-learning3
C. Apa Keuntungan
Menggunakan e-learning4
D. Aspek Penting dalam e-learning4
BAB
III PENUTUP8
1)
Kesimpulan8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
E-learning
atau electronic learning merupakan
konsep pembelajaran yang dilakukan melalui
jaringan media elektronik.
Perkembangan teknologi yang
sangat maju di era
modern dan globalisasi
memungkinkan berbagai kegiatan
dilakukan secara cepat dan
efisien. Perkembangan teknologi
sudah banyak memberi
pengaruh terhadap cara hidup
kita, salah satunya
adalah dalam bidang
pendidikan dengan penggunaan
e-learning dalam kegiatan
pembelajaran di sekolah,
perguruan tinggi, tempat – tempat
kursus bahkan komunitas
– komunitas online
sudah mulai menggunakan konsep
seperti ini. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan tuntutan
globalisasi pendidikan serta
pembelajaran jarak jauh,
berbagai konsep telah dikembangkan
untuk menggantikan metode
pembelajaran tradisional, salah satunya adalah konsep e-learning.
E-learning dapat digunakan sebagai alternatif atas permasalahan dalam
bidang pendidikan, baik
sebagai tambahan, pelengkap maupun pengganti atas kegiatan pembelajaran
yang sudah ada.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian/Definisi
e-learning?
2. Apa Manfaat e-learning?
3. Apa Keuntungan
Menggunakan e-learning?
4. Apa Saja Aspek Penting
dalam e-learning?
C. Tujuan
1. Untuk Mengatahui Pengertian/Definisi
e-learning.
2. Untuk Mengatahui Apa
Manfaat e-learning.
3. Untuk Mengatahui Keuntungan
Menggunakan e-learning.
4. Untuk Mengatahui Aspek
Penting dalam e-learning.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian/Definisi e-learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep
pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1. Pembelajaran yang
disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga
mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
2. Proses pembelajaran
jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran
dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3. Sistem pembelajaran
yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan
tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah,
2013).
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning
bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan
atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan
informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135)
adalah:
1. Memanfaatkan jasa
teknologi elektronik.
2. Memanfaatkan keunggulan
komputer (digital media dan komputer networks)
3. Menggunakan bahan ajar
yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer,
sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4. Memanfaatkan jadwal
pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan
dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
B. Manfaat e-learning
Manfaat
E-learning adalah:
1. Fleksibel. E-learning
memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses
perjalanan.
2. Belajar Mandiri.
E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali
atas keberhasilan belajar.
3. Efisiensi Biaya.
E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi
penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi
pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat
E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
4. Penggunaan E-learning
untuk menunjang pelaksanaan proses
belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
5. Meningkatkan
partisipasi aktif dari mahasiswa.
6. Meningkatkan
partisipasi aktif dari mahasiswa.
7. Meningkatkan kemampuan
belajar mandiri mahasiswa.
8. Meningkatkan kualitas
materi pendidik dan pelatihan.
9. Meningkatkan kemampuan
menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan
perangkat biasa sulit dilakukan.
C. Keuntungan Menggunakan e-learning
Keuntungan
menggunakan E-Learning adalah sebagai berikut :
1. Menghemat waktu proses
belajar mengajar.
2. Mengurangi biaya
perjalanan.
3. Menghemat biaya
pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
4. Menjangkau wilayah
geografis yang lebih luas.
5. Melatih pembelajaran
lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
D. Aspek Penting dalam e-learning
1. Pembiayaan
Segi pembiayaan adalah salah satu perhatian utama
bagi pihak yang ingin menggunakan sistem e- learning, baik pihak bisnis
perusahaan, pihak institusi pendidikan, maupun pihak pemakai. Perlu diketahui
bahwa ternyata dalam pembiayaan sistem e-learning, dana yang harus dikeluarkan
tidak sedikit. Jika dibandingkan dengan kelas konvensional, biaya yang
dikeluarkan untuk mengadakan e-learning ternyata lebih besar karena
infrastruktur yang dibutuhkan untuk kelangsungan e-learning juga menuntut
investasi yang besar. Perbedaan biaya ini bisa terjadi karena memang dunia
pendidikan e-learning sangat jauh berbeda dengan dunia pendidikan konvensional,
sehingga keahlian dan
infrastruktur yang dibutuhkan jauh berbeda.
Infrastruktur ini bukan hanya terdiri dari infrastruktur teknologi, tetapi juga
mencakup infrastruktur non-teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya
e-learning, seperti misalnya biaya penyediaan materi, biaya pemasaran dan juga
biaya sumber daya manusia yang dibutuhkan. Biaya-biaya ini tentunya akan
semakin besar seiring dengan kualitas yang ingin dicapai melalui e-learning.
Adanya masalah biaya ini menyebabkan beberapa
institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan finansial memilih untuk bekerja
sama dengan institusi pendidikan lain atau perusahaan penyedia layanan
pengembangan sistem e-learning untuk menyelenggarakan e-learning. Tetapi
perusahaan yang memiliki cukup dana dapat mengembangkan sendiri sistem
e-learning yang digunakannya; dan bahkan pada beberapa kasus, sistem tersebut
dapat juga digunakan oleh pihak eksternal perusahaan. Walau biayanya sangat
besar, e-learning tetap menarik perhatian karena e-learning menawarkan suatu
yang sangat berbeda dan tidak dimiliki oleh kelas konvensional. Dari segi
biaya, dana yang bisa dihemat oleh konsumen/pengguna e-learning cukup
signifikan, antara lain biaya biaya relokasi, biaya transportasi dari rumah ke
kampus, loss of income, professional cost, dan juga waktu untuk keluarga.
Hal inilah yang menjadi pendorong utama konsumen
memilih e-learning dibandingkan dengan konvensional. Berbagai penghematan lain
juga dirasakan oleh institusi yang menyelenggarakan e-learning dalam hal beban
administrasi dan rasio penambahan beban pendidikan terhadap penambahan jumlah
peserta didik.
2. Profitabilitas
e-learning
Hal-hal yang telah disebutkan di atas menjadi
pendorong utama pesatnya pertumbuhan penggunaan e-learning di berbagai tempat.
Hal ini juga yang menjadikan e-learning mampu menerobos dunia bisnis dengan
prospek yang cukup cerah; terutama dari sisi profitabilitas yang tidak hanya
dirasakan oleh organisasi for-profit, tetapi juga oleh organisasi non-profit.
Profitabilitas ini terjadi karena besarnya permintaan pasar terhadap e-learning
dan karena adanya penghematan-penghematan biaya seperti yang telah disebutkan
sebelumnya.
Cerahnya profitabilitas ini menyebabkan banyak
organisasi yang rela menanamkan modalnya untuk mengaplikasikan e-learning di
dalam lingkungan mereka. Bahkan muncul juga organisasi-organisasi yang
menggantungkan dirinya pada bisnis e-learning. Meskipun demikian, dunia
e-learning saat ini masih dalam tahap perkembangan sehingga masih mengalami
turbulensi pasar yang cukup keras. Banyak pemain di sektor ini yang datang dan
pergi, yang pada umumnya disebabkan oleh masalah pendanaan.
Dalam hal ini, dunia akademis perlu bekerja sama
dengan dunia bisnis untuk mengembangkan e-learning. Saat ini dunia bisnis
memang sudah lebih maju dalam penggunaan e-learning. Untuk itu, sangat
dianjurkan agar dunia akademis belajar dari dunia bisnis mengenai penggunaan
e-learning.
3. Psikologis Pelajar
Hal terakhir yang akan dibahas adalah isu yang
dipandang dari perspektif pelajar, yaitu sisi psikologis mereka dalam mengikuti
pelajaran melalui sistem e-learning. Hal ini menjadi isu yang paling utama
karena pelajar adalah aktor yang paling utama dalam suatu proses pembelajaran.
Dalam bagian ini, sisi motivasi, disiplin diri, dan emosi adalah tiga hal yang
akan dibahas untuk menganalisa efektivitas proses pembelajaran dari sisi
pelajar.
4. Motivasi
Motivasi sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya
seseorang dalam melakukan sesuatu. Motivasi juga berfungsi sebagai pendorong
individu untuk memulai maupun meneruskan kegiatannya. E-learning sebagai suatu
aktivitas juga menuntut para pelajar untuk memiliki motivasi yang kuat apabila
ingin sukses dalam proses pemebelajaran yang diikutinya. Terlebih lagi sistem
e-learning adalah sistem yang menuntut usaha dari individu, sehingga motivasi
diri haruslah kuat dan datang dari individu tersebut.
5. Emosi
Emosi memiliki peranan penting dalam proses
pembelajaran, termasuk pembelajaran e-learning. Sistem e-learning membuat para
pesertanya merasa terisolasi dari yang lain karena adanya gap baik antar
pelajar maupun antara pelajar dengan pengajar. Rasa terisolasi ini seringkali
menyebabkan frustasi dalam diri pengguna e-learning tersebut. Selain itu rasa
ketakutan juga muncul karena kurangnya komunikasi dan kontrol atas situasi dan
kondisi dalam e-learning. Rasa malu terkadang juga muncul sebagai akibat dari
sifat lingkungan e-learning yang sangat terbuka. Emosi-emosi negatif seperti
inilah yang akhirnya dapat mengurangi motivasi pelajar dalam menggunakan
e-learning. Namun, e-learning tidak hanya menimbulkan emosi negatif saja. Jika
para peserta dapat mengadaptasikan dirinya dengan e-learning, maka emosi
positif pun dapat muncul, seperti antusiasme tinggi dan kebanggaan atas
prestasi yang diperoleh. Untuk itu, yang diperlukan adalah strategi yang tepat
dari sisi pelajar untuk menghadapi kondisi dan situasi dalam e-learning,
sehingga akan meningkatkan efek dari emosi positif dan mengurangi efek dari
emosi negatif.
6. Disiplin Diri
Mengenai disiplin diri, yang perlu diperhatikan
adalah sifat dari sistem e-learning yang memberi kebebasan bagi para pesertanya
untuk memilih cara belajar yang paling cocok dengan kepribadian pelajar tersebut.
Hal ini tentunya dapat mendatangkan keuntungan bagi para pelajar. Namun, para
peserta harus dapat menjaga dirinya agar tetap disiplin dalam mengikuti proses
pembelajaran dengan baik dan konsisten.
Dari hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, dapat
dilihat bahwa sisi psikologis memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap
sukses atau tidaknya suatu proses e-learning. Namun, hal ini seringkali
dilupakan oleh para pihak yang terlibat dalam pengembangan e-learning.
Akibatnya, sistem yang dihasilkan boleh jadi memiliki fitur yang kompleks dan
canggih, tetapi kurang memfasilitasi proses pembelajaran yang diselenggarakan,
sehingga akibatnya para pelajar tidak dapat memanfaatkan sistem yang digunakan
dengan efektif.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
E-learning adalah suatu sistem atau konsep
pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Manfaat E-learning adalah:
1. Fleksibel.
2. Belajar Mandiri.
3. Efisiensi Biaya
Keuntungan menggunakan E-Learning adalah sebagai
berikut :
1. Menghemat waktu proses
belajar mengajar.
2. Mengurangi biaya
perjalanan.
3. Menghemat biaya
pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
4. Dll
Aspek Penting dalam e-learning :
1. Pembiayaan
2. Profitabilitas
e-learning
3. Psikologis Pelajar
4. Motivasi
5. Emosi
6. Disiplin Diri
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kajianpustaka.com/2014/06/pengertian-karaktiristik-dan-manfaat-elearning.html