Selasa, 23 April 2019

MAKALAH E-LEARNING




MAKALAH
E-LEARNING

 













OLEH :
ABDUL WAHED



UNIVERSITAS IBRAHIMY
FAKULTAS TARBIYAH
SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2018 – 2019




KATA PENGANTAR

Puji dan kami haturkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya yang Syukur begitu besar, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah E-learning dapat diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Junjungan kita Rasulullah SAW yang mana telah membawa kita semua dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kepada para pembaca kami mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan makalah yang kami buat selanjutnya. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi para pendengar dan khususnya bagi kami.

 

Penyusun




















DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUAN1
A.  Latar belakang1
B.  Rumusan masalah1
C.  Tujuan1
BAB II PEMBAHASAN2
A.  Pengertian/Definisi e-learning 3
B.  Manfaat e-learning3
C.  Apa Keuntungan Menggunakan e-learning4
D.  Aspek Penting dalam e-learning4
BAB III PENUTUP8
1)      Kesimpulan8



















BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
E-learning  atau electronic  learning  merupakan  konsep  pembelajaran  yang dilakukan  melalui  jaringan  media  elektronik.  Perkembangan  teknologi  yang  sangat maju  di  era  modern  dan  globalisasi  memungkinkan  berbagai  kegiatan  dilakukan secara  cepat  dan  efisien.  Perkembangan  teknologi  sudah  banyak  memberi  pengaruh terhadap  cara  hidup  kita,  salah  satunya  adalah  dalam  bidang  pendidikan  dengan penggunaan e-learning  dalam  kegiatan  pembelajaran  di  sekolah,  perguruan tinggi, tempat      tempat   kursus   bahkan   komunitas      komunitas   online   sudah   mulai menggunakan konsep seperti ini. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan  tuntutan  globalisasi  pendidikan  serta  pembelajaran  jarak  jauh,  berbagai  konsep telah  dikembangkan  untuk  menggantikan  metode  pembelajaran  tradisional,  salah satunya adalah konsep e-learning. E-learning dapat digunakan sebagai alternatif atas permasalahan  dalam  bidang  pendidikan,  baik  sebagai tambahan,  pelengkap  maupun pengganti atas kegiatan pembelajaran yang sudah ada.
B.  Rumusan Masalah
1.    Apa Pengertian/Definisi e-learning?
2.    Apa Manfaat e-learning?
3.    Apa Keuntungan Menggunakan e-learning?
4.    Apa Saja Aspek Penting dalam e-learning?
C.  Tujuan
1.    Untuk Mengatahui Pengertian/Definisi e-learning.
2.    Untuk Mengatahui Apa Manfaat e-learning.
3.    Untuk Mengatahui Keuntungan Menggunakan e-learning.
4.    Untuk Mengatahui Aspek Penting dalam e-learning.








BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian/Definisi e-learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1.    Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
2.    Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3.    Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
1.    Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.    Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3.    Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.    Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
B.  Manfaat e-learning
Manfaat E-learning adalah:
1.    Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2.    Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3.    Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
4.    Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
5.    Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
6.    Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
7.    Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
8.    Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
9.    Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
C.  Keuntungan Menggunakan e-learning
Keuntungan menggunakan E-Learning adalah sebagai berikut :
1.    Menghemat waktu proses belajar mengajar.
2.    Mengurangi biaya perjalanan.
3.    Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
4.    Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
5.    Melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
D.  Aspek Penting dalam e-learning
1.    Pembiayaan
Segi pembiayaan adalah salah satu perhatian utama bagi pihak yang ingin menggunakan sistem e- learning, baik pihak bisnis perusahaan, pihak institusi pendidikan, maupun pihak pemakai. Perlu diketahui bahwa ternyata dalam pembiayaan sistem e-learning, dana yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Jika dibandingkan dengan kelas konvensional, biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan e-learning ternyata lebih besar karena infrastruktur yang dibutuhkan untuk kelangsungan e-learning juga menuntut investasi yang besar. Perbedaan biaya ini bisa terjadi karena memang dunia pendidikan e-learning sangat jauh berbeda dengan dunia pendidikan konvensional, sehingga keahlian dan
infrastruktur yang dibutuhkan jauh berbeda. Infrastruktur ini bukan hanya terdiri dari infrastruktur teknologi, tetapi juga mencakup infrastruktur non-teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya e-learning, seperti misalnya biaya penyediaan materi, biaya pemasaran dan juga biaya sumber daya manusia yang dibutuhkan. Biaya-biaya ini tentunya akan semakin besar seiring dengan kualitas yang ingin dicapai melalui e-learning.
Adanya masalah biaya ini menyebabkan beberapa institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan finansial memilih untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan lain atau perusahaan penyedia layanan pengembangan sistem e-learning untuk menyelenggarakan e-learning. Tetapi perusahaan yang memiliki cukup dana dapat mengembangkan sendiri sistem e-learning yang digunakannya; dan bahkan pada beberapa kasus, sistem tersebut dapat juga digunakan oleh pihak eksternal perusahaan. Walau biayanya sangat besar, e-learning tetap menarik perhatian karena e-learning menawarkan suatu yang sangat berbeda dan tidak dimiliki oleh kelas konvensional. Dari segi biaya, dana yang bisa dihemat oleh konsumen/pengguna e-learning cukup signifikan, antara lain biaya biaya relokasi, biaya transportasi dari rumah ke kampus, loss of income, professional cost, dan juga waktu untuk keluarga.
Hal inilah yang menjadi pendorong utama konsumen memilih e-learning dibandingkan dengan konvensional. Berbagai penghematan lain juga dirasakan oleh institusi yang menyelenggarakan e-learning dalam hal beban administrasi dan rasio penambahan beban pendidikan terhadap penambahan jumlah peserta didik.
2.    Profitabilitas e-learning
Hal-hal yang telah disebutkan di atas menjadi pendorong utama pesatnya pertumbuhan penggunaan e-learning di berbagai tempat. Hal ini juga yang menjadikan e-learning mampu menerobos dunia bisnis dengan prospek yang cukup cerah; terutama dari sisi profitabilitas yang tidak hanya dirasakan oleh organisasi for-profit, tetapi juga oleh organisasi non-profit. Profitabilitas ini terjadi karena besarnya permintaan pasar terhadap e-learning dan karena adanya penghematan-penghematan biaya seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Cerahnya profitabilitas ini menyebabkan banyak organisasi yang rela menanamkan modalnya untuk mengaplikasikan e-learning di dalam lingkungan mereka. Bahkan muncul juga organisasi-organisasi yang menggantungkan dirinya pada bisnis e-learning. Meskipun demikian, dunia e-learning saat ini masih dalam tahap perkembangan sehingga masih mengalami turbulensi pasar yang cukup keras. Banyak pemain di sektor ini yang datang dan pergi, yang pada umumnya disebabkan oleh masalah pendanaan.
Dalam hal ini, dunia akademis perlu bekerja sama dengan dunia bisnis untuk mengembangkan e-learning. Saat ini dunia bisnis memang sudah lebih maju dalam penggunaan e-learning. Untuk itu, sangat dianjurkan agar dunia akademis belajar dari dunia bisnis mengenai penggunaan e-learning.


3.    Psikologis Pelajar
Hal terakhir yang akan dibahas adalah isu yang dipandang dari perspektif pelajar, yaitu sisi psikologis mereka dalam mengikuti pelajaran melalui sistem e-learning. Hal ini menjadi isu yang paling utama karena pelajar adalah aktor yang paling utama dalam suatu proses pembelajaran. Dalam bagian ini, sisi motivasi, disiplin diri, dan emosi adalah tiga hal yang akan dibahas untuk menganalisa efektivitas proses pembelajaran dari sisi pelajar.
4.    Motivasi
Motivasi sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya seseorang dalam melakukan sesuatu. Motivasi juga berfungsi sebagai pendorong individu untuk memulai maupun meneruskan kegiatannya. E-learning sebagai suatu aktivitas juga menuntut para pelajar untuk memiliki motivasi yang kuat apabila ingin sukses dalam proses pemebelajaran yang diikutinya. Terlebih lagi sistem e-learning adalah sistem yang menuntut usaha dari individu, sehingga motivasi diri haruslah kuat dan datang dari individu tersebut.
5.    Emosi
Emosi memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran, termasuk pembelajaran e-learning. Sistem e-learning membuat para pesertanya merasa terisolasi dari yang lain karena adanya gap baik antar pelajar maupun antara pelajar dengan pengajar. Rasa terisolasi ini seringkali menyebabkan frustasi dalam diri pengguna e-learning tersebut. Selain itu rasa ketakutan juga muncul karena kurangnya komunikasi dan kontrol atas situasi dan kondisi dalam e-learning. Rasa malu terkadang juga muncul sebagai akibat dari sifat lingkungan e-learning yang sangat terbuka. Emosi-emosi negatif seperti inilah yang akhirnya dapat mengurangi motivasi pelajar dalam menggunakan e-learning. Namun, e-learning tidak hanya menimbulkan emosi negatif saja. Jika para peserta dapat mengadaptasikan dirinya dengan e-learning, maka emosi positif pun dapat muncul, seperti antusiasme tinggi dan kebanggaan atas prestasi yang diperoleh. Untuk itu, yang diperlukan adalah strategi yang tepat dari sisi pelajar untuk menghadapi kondisi dan situasi dalam e-learning, sehingga akan meningkatkan efek dari emosi positif dan mengurangi efek dari emosi negatif.
6.    Disiplin Diri
Mengenai disiplin diri, yang perlu diperhatikan adalah sifat dari sistem e-learning yang memberi kebebasan bagi para pesertanya untuk memilih cara belajar yang paling cocok dengan kepribadian pelajar tersebut. Hal ini tentunya dapat mendatangkan keuntungan bagi para pelajar. Namun, para peserta harus dapat menjaga dirinya agar tetap disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan konsisten.
Dari hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, dapat dilihat bahwa sisi psikologis memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap sukses atau tidaknya suatu proses e-learning. Namun, hal ini seringkali dilupakan oleh para pihak yang terlibat dalam pengembangan e-learning. Akibatnya, sistem yang dihasilkan boleh jadi memiliki fitur yang kompleks dan canggih, tetapi kurang memfasilitasi proses pembelajaran yang diselenggarakan, sehingga akibatnya para pelajar tidak dapat memanfaatkan sistem yang digunakan dengan efektif.
























BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Manfaat E-learning adalah:
1.    Fleksibel.
2.    Belajar Mandiri.
3.    Efisiensi Biaya
Keuntungan menggunakan E-Learning adalah sebagai berikut :
1.    Menghemat waktu proses belajar mengajar.
2.    Mengurangi biaya perjalanan.
3.    Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
4.    Dll
Aspek Penting dalam e-learning :
1.    Pembiayaan
2.    Profitabilitas e-learning
3.    Psikologis Pelajar
4.    Motivasi
5.    Emosi
6.    Disiplin Diri













DAFTAR PUSTAKA
https://www.kajianpustaka.com/2014/06/pengertian-karaktiristik-dan-manfaat-elearning.html
Chandrawati, Sri Rahayu. 2010. Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran. No 2 Vol. 8.http://jurnal.untan.ac.id/

Senin, 22 April 2019

MAKALAH MENGGUNAKAN BLOG, PODCAST DAN VODCAST UNTUK PEMBELARAN



MAKALAH
MENGGUNAKAN BLOG, PODCAST DAN VODCAST UNTUK PEMBELARAN






DOSEN PEMBIMBING : MOH. HAFIDZ, M,PD.I
KELOMPOK :
ABDUL WAHED
MUHAMMAD SIDDIQ


UNIVERSITAS IBRAHIMY
FAKULTAS TARBIYAH
SITUBONDO
TAHUN AKADEMIK 2018 – 2019


KATA PENGANTAR

Puji dan kami haturkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya yang Syukur begitu besar, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah “Menggunakan Blog, Podcast dan Vodcast Untuk Pembelaran” dapat diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Junjungan kita Rasulullah SAW yang mana telah membawa kita semua dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kepada para pembaca kami mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan makalah yang kami buat selanjutnya. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi para pendengar dan khususnya bagi kami.

 

Penyusun















DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUAN1
A.  Latar belakang1
B.  Rumusan masalah1
C.  Tujuan1
BAB II PEMBAHASAN2
A.  Blog2
1.     Pengertian Blog2
2.     Jenis Blog2
3.     Manfaat Blog bagi Guru dan Siswa2
4.     Blog sebagai Media Pembelajaran3
5.     Cara Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran 4
B.  Podcast5
1.    Pengertian Podcast5
2.    Podcast sebagai Media Audio dalam Pembelajaran5
C.  Vodcast6
1.    Pengertian  Vodcast6
2.    Vodcast sebagai Media dalam Pembelajaran7
BAB III PENUTUP8
1              1. Kesimpulan8
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Teknologi Informasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Perubahan ini melanda semua bagian kehidupan, termasuk di dalam pendidikan. Sebut saja misalnya ruang belajar, yang biasa kita sebut ruang kelas. Pada masa kini, pengertian kelas telah jauh berubah dengan pengertian masa lalu. Dahulu mungkin yang disebut ruang belajar adalah ruang berbentuk kotak berisi sejumlah meja kursi murid, meja kursi guru, dan sebuah papan tulis di dinding. Tapi sekarang yang disebut ruang belajar tidak lagi dibatasi dengan empat dinding dan satu orang guru. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Media belajar bukan lagi sekedar papan tulis dan boardmarker. Buku tidak hanya kumpulan kertas yang tercetak. Sehingga muncullah istilah e-education atau e-learning. Dalam pendidikan, semua hal yang yang dilakukan secara manual segera beralih menggunakan komputer.
B.  Rumusan Masalah
       1.       Apa itu Blog dan Apa Kegunaannya dalam Pembelajaran ?
       2.       Apa itu Podcast dan Apa Kegunaannya dalam Pembelajaran ?
       3.       Apa itu Vodcast dan Apa Kegunaannya dalam Pembelajaran ?
C.  Tujuan
       1.       Untuk Mengetahui Blog dan Kegunaannya dalam Pembelajaran.
       2.       Untuk Mengetahui Podcast dan Kegunaannya dalam Pembelajaran.
       3.       Untuk Mengetahui Vodcast dan Kegunaannya dalam Pembelajaran



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Blog
1.    Pengertian Blog
Menurut situs Wikipedia, Blog merupakan singkatan dari web log yakni bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama),meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Dari pengertian ini kita dapat menyimpulkan bahwa poin utama blog adalah tulisan. Yang mana tulisan menjadi isi utama dalam blog. Adapun aktifitas menulis dalam blog biasanya sering disebut dengan blogging. Sedangkan orang yang melakukan aktifitas ini disebut dengan blogger.
2.    Jenis Blog
Adapun jenis blog sangatlah banyak diantaranya: Blog Pribadi, Blog Bertopik, Blog Kesehatan, Blog Politik, Blog Sastra, Blog Perjalanan, Blog Bisnis, Blog Pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Biasanya dapat dibedakan dari jenis isi tulisannya. Para guru dan siswa biasanya lebih banyak memanfaatkan jenis blog pendidikan dalam proses pendidikan yang berlangsung.
3.    Manfaat Blog bagi Guru dan Siswa
Manfaat blog bagi Guru dan siswa sangatlah banyak sekali diantaranya:
a.    Blog dapat berguna sebagai media belajar guru dan siswa
Dengan ngeblog maka para guru dan siswa dapat memanfaatkan tulisan-tulisan dan fitur-fitur yang terdapat dalam blog sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dari sini guru dan siswa juga dapat memanfaatkan blog untuk mencari referensi media pembelajaran yang tepat. 
b.    Blog dapat menjadi portofolio 
Blog dapat menjadi media yang tepat bagi guru dan siswa sebagai dokumentasi portofolio. Guru yang setiap harinya selalu melakukan proses pembelajaran dapat menceritakan pengalaman proses pembelajaran yang terjadi

sebagai bahan rujukan bagi guru lain ataupun siswa. Demikian pula siswa dapat mendokumentasikan tugas-tugasnya didalam blog (dengan panduan guru). Sehingga dengan demikian proses pembelajaran dan juga tugas-tugas yang telah dikerjakan siswa tidak hilang begitu saja, melainkan dapat terdokumentasikan dengan baik.
c.    Mudah Diakses
Blog berada pada lingkup jaringan internet yang memungkinkan koneksi lebih luas, bahkan setiap belahan dunia dapat mengaksesnya, dengan syarat terdapat jaringan internet. Dengan demikian blog menjadi sangat mudah diakses oleh para guru maupun siswa tanpa terikat denga tempat dan waktu. Dimana saja dan kapan saja.
d.   Lebih menarik
Media pembelajaran dapat menjadikan proses pembelajaran lebih asyik dan menarik. Dari sekian media pembelajaran yang ada, blog dapat menjadi pilihan yang tepat. Hal ini dikarenakan blog memiliki banyak sisi kelebihan bila dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional. Media pembelajaran blog lebih banyak variasinya, lebih memungkinkan lebih banyak media (multimedia) untuk masuk kedalamnya, mudah pengaturannya, lebih interaktif dan tentunya lebih menarik. Apalagi sistemnya berada dalam jaringan internet yang memungkinkan interaksi lebih luas.
4.    Blog sebagai Media Pembelajaran
Dalam perkembangan teknologi dewasa ini, tidak dapat dipungkiri lagi peran besar internet dalam membentuk peradaban manusia. Pengaruh internet sedemikian luasnya terhadap perkembangan yang ada. Tak terkecuali, pendidikan. Dunia pendidikan menjadi terbuka luas untuk berkembang dengan adanya internet.
Dalam lingkup pembahasan ini maka peran internet sudah semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menguatkan peran pendidikan dalam membentuk karakter anak didik yang berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Termasuk disini adalah bagaimana seharusnya teknologi internet ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang pendidikan yang berkualitas.
Blog merupakan salah satu domain yang berada dalam ruang lingkup internet. Blog harus dioptimalkan perannya dalam pendidikan, salah satunya sebagai media pembelajaran. Hal ini didasari karena media pembelajaran menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri. Karena setiap proses pembelajaran akan dibutuhkan media pembelajaran yang tepat agar proses pencapaian tujuan pembelajaran dapat lebih optimal.
Maka, mengingat hal tersebut sudah semestinya para guru dan siswa lebih membuka diri untuk lebih memaksimalkan media blog sebagai media pembelajaran.
5.    Cara Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran
Banyak cara yang dapat digunakan para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Diantaranya sebagai berikut :
a.    Menjadikan Blog Guru sebagai Pusat dan Sumber Pembelajaran
Guru membuat blog khusus yang dimanfaatkan untuk menuliskan materi pembelajaran, ringkasan – ringkasan, bahan diskusi dan juga tugas-tugas yang dibuat untuk siswa. Kemudian guru mengarahkan siswa untuk saling berinteraksi dalam blog tersebut. Guru maupun siswa dapat berinteraksi dan memberikan tanggapannya dalam komentarnya di blog. Dengan demikian akan terjadi interaksi yang hidup antara guru dan siswa. Suasana pembelajaran akan lebih hidup.
Cara ini akan memudahkan guru dalam memantau perkembangan siswanya melalui interaksi yang ada. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya relatif mudah untuk dilakukan siswa karena para siswa tidak disulitkan untuk membuat blog sendiri, namun hanya perlu belajar untuk berdiskusi dan menyelesaikan tugas melalui blog gurunya. Kelebihan yang lain adalah guru dapat memantau setiap aktifitas dan diskusi yang berlangsung diblognya. Namun disini guru harus sesering mungkin membimbing siswa dalam memanfaatkan blognya. Atau istilah lainnya harus sering – sering mempromosikan blognya kepada siswa.
b.    Interaksi Blog Guru dan Blog Siswa
Disamping guru harus memiliki blognya sendiri, guru juga harus merangsang dan membimbing siswa untuk berusaha membuat blognya sendiri dan kemudian mengurusnya. Guru dapat mengatur ini sebagai bahan bimbingan untuk siswa dalam memanfaatkan blog untuk menyelesaikan tugas yang yang diberikan yang pada akhirnya dipajang di blog para siswa. Keuntungan dari metode/cara ini adalah terciptanya suasana kompetitif antar siswa untuk menjadikan blognya yang terbaik dimata guru.
Disini guru dapat merangsang siswa untuk mengelola blognya dengan baik dengan iming-iming penghargaan/apresiasi. Dapat berupa nilai ataupun sesuatu yang bermanfaat dalam dunia nyata. Dengan cara ini maka dengan sendirinya akan tercipta budaya membaca dan menulis dikalangan siswa. Ini artinya siswa akan lebih banyak belajar.
c.    Membangun Komunitas Blogger Pembelajaran
Ketika para guru dan murid sudah memiliki blog masing – masing dan telah terjadi interaksi antara keduanya, maka dapat ditidaklanjuti dengan membentuk komunitas Blogger Pembelajaran untuk menguatkan interaksi yang sudah ada. Dalam hal ini dapat terjadi tukar pendapat dan sharing antar anggota blogger untuk menunjang proses pembelajaran yang ada. Mungkin bisa dengan berbagi tips, kiat-kiat dan motivasi dan lain sebagainya. Disini guru berperan sebagai motivator agar para siswa senantiasa dapat memanfaatkan media komunitas ini semaksimal mungkin dengan mengambil manfaatnya.
B.  Podcast
1.    Pengertian Podcast
Menurut www.aple.com, Podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain.
Podcast biasanya menawarkan tiap episode dalam format file yang sama, seperti audio atau video, sehingga pelanggan selalu bisa menikmati program tersebut dengan cara yang sama. Sebagian podcast, seperti kursus bahasa meliputi beberapa format file, seperti video dan dokumen agar pengajaran berjalan lebih efektif.
Bagi pendengar podcast, podcast adalah sebuah cara untuk menikmati konten menarik dari seluruh dunia secara gratis. Bagi penerbit podcast, podcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar.
2.    Podcast sebagai Media Audio dalam Pembelajaran
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa Podcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar. Begitupun dalam pembelajaran Podcast merupakan cara yang efektif untuk memudahkan proses pembelajaran. Pembelajaran sains dengan menggunakan Podcast sebagai medianya sudah banyak digunakan diluar negeri bahkan sudah sejak lama.  Namun di Indonesia pembelajaran dengan media podcast ini belum terlalu banyak. Pembelajaran dengan Podcast diharapkan dapat memperkuat STEM (science, technology, engineering and mathematic) education. Selain itu Podcast juga merupakan wadah agar science bisa masuk dalam kehidupan sehari – hari. Adapun keuntungan Podcast sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut :
a.    Pendengar bisa mengontrol apa yang dia dengar
b.    Termasuk Portable
c.    Para amatir juga bisa melakukan sharing, maksudnya adalah semua orang bisa membuat Podcast misalnya dengan merekam suara sendiri.
Meskipun Podcast merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif namun Podcast juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah
a.    Komunikasi hanya berjalan satu arah
b.    Membutuhkan bandwith untuk mendownload
c.    Tidak bisa digunakan bagi tunarungu
d.   Memerlukan keahlian khusus
Kemudian Implikasi dari penggunaan Podcast adalah :
a.    Memberi kesempatan kepada siswa untuk menggunakan teknologi (internet)
b.    Memperluas pilihan belajar
c.    Siswa juga dapat membuat Podcast sendiri
Dari penjelasan diatas menurut saya Podcast memang merupakan cara yang cukup efektif untuk memudahkan belajar, karena dengan menggunakan Podcast siswa bisa belajar dengan mendengarkan materi kapanpun dan dimanapun saat ia menginginkannya. Bahkan siswa juga bisa membuat Podcast sendiri, tentu sensasinya berbeda saat mendengarkan suara sendiri di dalam Podcast. Menarik.
C.  Vodcast
1.    Pengertian  Vodcast
Sebuah langkah di luar podcasting, vodcasting, juga disebut podcasting video atau vlogging, menambahkan video ke file suara yang dapat diunduh yang digunakan pendengar podcast. Mengunduh file video adalah masalah sederhana berlangganan vodcast di salah satu dari banyak program direktori yang tersedia secara bebas.
Setelah mengunduh dan menyimpannya ke pemutar video portabel, pengguna dapat memilih kapan dan di mana mereka ingin menonton video, menjadikannya independen dari jadwal pemrograman televisi. Sejumlah alat vodcasting  juga ada untuk membantu mengubah orang dari konsumen video menjadi produsen.
2.    Vodcast sebagai Media dalam Pembelajaran
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa Vodcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak siswa selain mendengar juga ada video yang tentunya menjadikan pembelajaran lebih menarik. Sama halnya dengan Podcast, Vodcast sebagai medianya sudah banyak digunakan diluar negeri bahkan sudah sejak lama.  Namun di Indonesia pembelajaran dengan media Vodcast ini belum terlalu banyak. Adapun keuntungan Vodcast sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut :
a.    Bisa kontrol dimana saja
b.    Publikasi yang dilakukan didalam web
c.    Bisa digunakan pada orang amatir
Kelemahan dari Vodcast :
a.    Komunikasi hanya berjalan satu arah
b.    Membutuhkan bandwith untuk mendownload
c.    Memerlukan keahlian khusus
Kemudian Implikasi dari penggunaan Vodcast adalah :
a.    Memberi kesempatan kepada siswa untuk menggunakan teknologi (internet)
b.    Memperluas pilihan belajar
c.    Siswa juga dapat membuat Vodcast sendiri













BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
Blog merupakan singkatan dari web log yakni bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan – tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan – tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama),meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Blog merupakan salah satu domain yang berada dalam ruang lingkup internet. Blog harus dioptimalkan perannya dalam pendidikan, salah satunya sebagai media pembelajaran. Hal ini didasari karena media pembelajaran menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri. Karena setiap proses pembelajaran akan dibutuhkan media pembelajaran yang tepat agar proses pencapaian tujuan pembelajaran dapat lebih optimal.
Podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain.
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa Podcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar. Begitupun dalam pembelajaran Podcast merupakan cara yang efektif untuk memudahkan proses pembelajaran.
Vodcasting juga disebut podcasting video atau vlogging, menambahkan video ke file suara yang dapat diunduh yang digunakan pendengar podcast. Mengunduh file video adalah masalah sederhana berlangganan vodcast di salah satu dari banyak program direktori yang tersedia secara bebas.
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa Vodcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak siswa selain mendengar juga ada video yang tentunya menjadikan pembelajaran lebih menarik. Sama halnya dengan Podcast, Vodcast sebagai medianya sudah banyak digunakan diluar negeri bahkan sudah sejak lama.






DAFTAR PUSTAKA


UNDANGAN 40 HARI WAFATNYA

Assalamu’alaikum WR. WB.   Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT. Kami mengharap kehadiran Bapak/Saudara pada acara 40 hari wafatn...